Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bagaimana Menerapkan Protokol Kesehatan New Normal Saat Aktivitas Sehari-Hari

Bagaimana Menerapkan Protokol Kesehatan New Normal Saat Aktivitas Sehari-Hari. Sudah sekitar 7 hingga 8 bulan ini Indonesia berada di dalam kondisi dimana kita tidak bisa melakukan aktivitas normal. Hal ini disebabkan karena adanya wabah COVID-19 yang disebarkan oleh pendatang dari luar negeri. Dalam kasus ini penyakit menular melalui kontak fisik dengan penderita yang mengidap atau membawa virus.

Selain upaya intensif pemerintah dalam menjalankan berbagai tindakan strategis, disiplin masyarakat juga sangat penting untuk menentukan keberhasilan normal baru. Keseimbangan dalam penanganan ini sangat penting karena tingkat penyebaran yang cepat. Masyarakat menjadi salah satu penentu utama agar virus dapat diatasi. Protokol kesehatan yang perlu dimulai oleh masyarakat agar dapat hidup berdampingan dengan virus Corona adalah sebagai berikut.

protokol kesehatan new normal


Protokol Kesehatan New Normal yang Dapat Diterapkan

Cuci Tangan

Himbauan dan arahan mencuci tangan digaungkan secara masif sejak merebaknya wabah COVID-19 hingga kini. Gunakan air bersih yang mengalir dan sabun, serta gosok punggung tangan dan bagian dalam tangan serta di antara ujung dan jari. Cuci tangan Anda sesering mungkin dan mungkin bisa menggunakan handsanitizer jika tidak memungkinkan untuk mencuci tangan. Hindari menyentuh wajah karena wajah merupakan area yang menjadi tempat masuknya virus Corona ke dalam tubuh. Oleh karena itu, minimalkan gerakan menyentuh wajah, hal ini sebagai contoh protokol kesehatan new normal.

Menerapkan Etika Batuk dan Bersin

Batuk dan bersin merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan virus dari dalam tubuh. Gunakan tisu atau bagian dalam lengan jika batuk atau bersin dan segera keluarkan tisu dan bersihkan permukaan yang terkontaminasi oleh batuk atau bersin. Cuci tangan segera sesuai protocol dan juga jangan menyentuh wajah (sebelum mencuci tangan). Hal itu dapat mengurangi penyaluran virus ke tubuh kita.

Kenakan masker karena protokol kesehatan new normal ini sangat penting untuk mematuhi seseorang yang memiliki gejala penyakit atau masalah pernapasan. Gunakan masker medis jika pergi keluar atau berinteraksi dengan orang lain. Masker kain juga bisa digunakan khusus untuk orang sehat. Masker ini dapat digunakan kembali, namun dengan catatan harus dicuci terlebih dahulu setelah digunakan. Pastikan masker kain yang digunakan benar benar aman dan sesuai dengan syarat yang ada sebagai pelindung diri.

Jarak Fisik

Penting untuk menjaga jarak dari orang lain setidaknya satu meter dalam periode ini. Selain itu, jarak fisik juga termasuk menghindari keramaian, meminimalkan kontak fisik dengan orang lain, dan lain sebagainya. Hal ini sebagai langkah agar virus tidak tersebar secara luas dan tidak terdeteksi karena adanya kerumunan. Kita tidak tau dengan siapa dan kapan virus itu dapat menyebar.

Isolasi Diri

Individu yang merasa kurang sehat dan bergejala seperti demam, batuk, pilek, sesak napas, dan sakit tenggorokan dianjurkan untuk secara sadar melakukan isolasi diri di rumah. Hal ini sebagai cara agar protokol kesehatan new normal dapat dilakukan. Menghindari adanya kepanikan masyarakat terhadap individu yang tidak membawa virus. Mengurangi kecurigaan antara satu sama lain saat melakukan pertemuan ataupun yang lainnya.

Tetap Sehat

Menjaga kesehatan jasmani dan rohani untuk kebutuhan kekebalan tubuh. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga di rumah, dan berjemur selama beberapa menit. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menunjang tubuh kita sendiri.

Beberapa hal diatas dapat kita lakukan sebagai langkah penerapan protokol kesehatan new normal. Tetap patuhi himbauan yang diberikan pemerintah agar kita terhindar dari virus membahayakan ini. Tetap sehat dan aman ya untuk semua masyarakat. Jadi, apakah Anda siap untuk memulai normal baru?

Post a comment for "Bagaimana Menerapkan Protokol Kesehatan New Normal Saat Aktivitas Sehari-Hari"