Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Metode Intermittent Fasting, Cara Baru Turunkan Berat Badan

qsehat.com - Secara sederhana, arti intermittent fasting adalah diet dengan cara berpuasa selama beberapa waktu, tetapi masih boleh minum. Itu, merupakan program diet rendah lemak atau karbohidrat seringkali mengalami kegagalan, karena adanya larangan untuk mengonsumsi makanan-makanan tertentu. Hal ini memang ada baiknya, tetapi tidak sedikit yang merasa kurang sabar atau tersiksa. 

Oleh karena itu, muncul metode-metode diet seperti intermittent fasting. Dalam metode ini, label diet seringkali dihilangkan, karena memang lebih cocok disebut dengan pembatasan serta pengaturan pola makan. Jadi yang diatur polanya, bukan jenis makanan. Simak, penjelasan lengkap tentang Intermittent fasting ini!

intermittent fasting
intermittent fasting

Inilah Cara Menerapkan Intermittent Fasting

Pada awal pelaksanaan intermittent fasting, mungkin akan menimbulkan sedikit kegelisahan, stres, atau bahkan sakit kepala. Hal ini disebabkan oleh perubahan jam tidur serta pola makan, sehingga tubuh ada sedikit efek terkejut. Selanjutnya, ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk menerapkan metode ini, yaitu:

1. Selang-seling atau The 5:2 Diet

Program intermittent fasting ini dilakukan dengan cara memangkas jumlah asupan makanan hingga 25% dari kebiasaan makan sehari-hari. Lebih tepatnya sekitar 500-600 kalori saja per harinya atau setara dengan jumlah satu porsi makan dalam satu hari. Metode the 5:2 diet hanya perlu dilakukan selama 2 hari saja dalam satu minggu.

Hal itu pun tidak perlu dilakukan secara berurutan alias boleh selang-seling, agar tubuh tetap kecukupan nutrisi. Sementara kelima hari yang lainnya masih diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan kesukaan. Namun, alangkah lebih baik jika yang dikonsumsi adalah makanan sehat, bukan junk food.

2. Pembatasan waktu

Cara menerapkan intermittent fasting yang kedua adalah dengan melakukan pembatasan waktu atau biasa yang dikenal dengan istilah “the 16/8 method”. Adapun arti dari angka ini adalah 16 jam berpuasa dan 8 jam waktu untuk mengisi makanan. Pembatasan ini tidak terpatok pada waktu tertentu, seperti puasa biasanya. 

Contoh, jika ingin mengawali waktu makan pada jam 1 siang, maka batasannya sampai jam 9 malam. Lalu, dilanjutkan dengan berpuasa hingga 16 jam ke depan. Namun, jangan sampai kalap dengan memakan apa pun yang ada di meja. Meskipun boleh makan, pastikan melakukannya secara bertahap atau sedikit tetapi sering. 

3. Sehari Penuh

Penerapan metode intermittent fasting yang ketiga adalah puasa sehari penuh atau eat-stop-eat. Sesuai dengan namanya, cara yang satu ini menerapkan metode puasa selama satu hari penuh alias 24 jam. Contoh, jika berhenti makan pada hari Minggu jam 8 malam, maka baru boleh makan lagi pada hari Senin jam 8 malam juga.

Namun, hari berikutnya boleh kembali normal seperti biasa. Puasa intermittent hanya dilakukan beberapa kali saja dalam seminggu, agar tubuh tetap mendapatkan nutrisi. Pasti akan terasa sangat berat bagi pemula, maka lakukanlah secara bertahap. Misalnya dengan menerapkan kedua metode lain, baru mencoba cara yang terakhir.

Catatan Saat Menjalani Intermittent Fasting

Meskipun intermittent fasting cenderung aman untuk dijalani, tetapi tetap ada kondisi yang harus mendapat perhatian lebih. Pasalnya, metode ini akan menghilangkan beberapa saat untuk mengonsumsi makanan. Hal ini akan menjadi kendala tersendiri bagi seseorang yang memiliki kondisi media, seperti :

  1. Sedang dalam masa pemulihan pasca sakit
  2. Mengidap penyakit diabetes
  3. Memiliki permasalahan pada kadar gula dalam darah
  4. Mempunyai riwayat hipertensi
  5. Mempunyai index masa tubuh rendah
  6. Mempunyai masalah gangguan makan
  7. Sedang menjalani program hamil
  8. Wanita yang pernah mengalami pendarahan berlebih saat haid
  9. Wanita hamil dan menyusui

Semua orang yang memiliki masalah di atas tidak diperkenankan menjalani program intermittent fasting. Sebab, asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh akan terbatas, sehingga kemungkinan akan menimbulkan efek samping lain. Terutama bagi yang sedang meminum obat, pembatasan waktu pasti akan mengacaukan jadwal.

Post a comment for " Metode Intermittent Fasting, Cara Baru Turunkan Berat Badan"