Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Diet Hamil? Perhatikan Nutrisi yang Dibutuhkan Bumil dan Janin

Qsehat.com - Istilah diet sering diartikan sebagai penurunan berat badan.  Namun, diet hamil tidak bertujuan untuk menurunkan berat badan ataupun mengurangi porsi makan. Prinsip menu diet ibu hamil adalah memperbaiki pola makan dan mencukupi nutrisi yang dibutuhkan saat hamil.

Berat badan perempuan saat hamil berbeda-beda, tergantung berat badan sebelum kehamilannya. begitupun dengan nutrisi yang dibutuhkannya. Sebaiknya konsultasikan hal tersebut dengan dokter kandungan untuk kemudian diterapkan pada menu diet bumil.
diet hamil
diet hamil
Inilah Nutrisi Penting yang Dibutuhkan Dalam Menu Diet Ibu Hamil

Selama mengandung, ibu hamil diharuskan mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat. Dianjurkan ibu hamil makan tiga kali sehari dan ditambah camilan bergizi. Meskipun Bumil tidak merasakan lapar, tetapi belum tentu janin merasakan hal yang sama.

Perlu diingat, bumil tidak boleh asal makan, perkembangan dan kesehatan janin tergantung pada nutrisi yang dikonsumsi pada saat hamil. Alasannya simple, supaya bumil dan janin sehat serta terhindar dari masalah kesehatan lainnya. Pastikan diet hamil yang bumil jalani mengandung nutrisi yang dibutuhkan seperti di bawah ini:

1. Asam Folat

Asam folat sangat penting untuk pertumbuhan sal plasenta dan buah hati. Karena asam folat dinilai dapat menurunkan resiko gangguan jantung, preeklamsia, dan cacat tabung saraf. Beberapa makanan yang mengandung asam folat antara lain bayam, hati sapi, sereal, pisang, dan brokoli. Makanan tersebut cocok sebagai camilan saat diet hamil.

2. Zat Besi

Zat besi tidak kalah penting dengan asam folat. Kebutuhan zat besi pada Bumil semakin meningkat seiring dengan bertambahnya volume darah untuk menyalurkan oksigen dan nutrisi ke janin. Beberapa makanan yang mengandung zat besi antara lain kacang-kacangan, roti, produk olahan gandum dan daging merah.

3. Yodium

Yodium tidak dibutuhkan tubuh dalam kadar tinggi. Namun, Kurangnya yodium dapat menyebabkan resiko gangguan mental dan kretinisme pada bayi yang baru lahir. Makanan yang mengandung yodium antara lain telur, susu, daging, dan garam.

4. Protein

Protein tidak hanya penting untuk otot. Kebutuhan protein pada ibu hamil semakin meningkat untuk mendukung pembentukan sel dan jaringan baru pada janin serta meningkatkan daya tahan tubuh. Ikan, telur, daging unggas putih dan daging sapi merpakan makanan berprotein yang mudah dijumpai.

5. Asupan Serat

Serat bisa membantu untuk mengontrol kenaikan berat badan, menurunkan resiko diabetes gestasional, merangsang perkembangan janin, dan mencegah konstipasi alias kesulitan buang air besar saat hamil.

Bumil yang menjalani diet hamil mungkin familiar dengan berbagai macam makanan yang mengandung serat. Makanan diet hamil yang kaya akan serat antara lain buah segar, biji-bijian, kacang-kacangan dan sayur-sayuran.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Diet Hamil

Selain nutrisi, hal lain yang perlu diperhatikan saat diet hamil yaitu berolahraga ringan seperti berenang, yoga atau berjalan 10 menit di  pagi hari. Bagi sebagian orang, ngidam makanan atau minuman manis merupakan hal yang lumrah, walaupun begitu sebaiknya bumil tetap mengontrol asupan gulanya.

Suhu tubuh saat hamil lebih meningkat dibanding suhu orang biasa. Karena itulah seringkali Bumil merasakan kepanasan. Minum minuman dingin dan manis memang menyegarkan, boleh-boleh saja, tapi jangan keseringan. Lebih baik mengonsumsi air putih supaya tubuh terdehidrasi dan membantu tubuh menyalurkan nutrisi ke plasenta.

Jangan khawatir dengan penambahan berat badan yang signifikan saat hamil, hal ini sangat lumrah terjadi. Jadi, Selama diet hamil fokus perbaiki pola makan dan pemenuhan nutrisi pada si kecil.

Post a comment for "Diet Hamil? Perhatikan Nutrisi yang Dibutuhkan Bumil dan Janin"