Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ketahui Gejala Neuropati dan Cara Mencegahnya

Ketahui Gejala Neuropati dan Cara Mencegahnya – Gejala gangguan pada saraf tubuh dikenal dengan istilah Neuropati. Gejala neuropati yang muncul pada setiap orang berbeda-beda. Tapi biasanya berupa nyeri, kesemutan, kram sampai sulit buang air besar. Penyebab terbesar dari munculnya penyakit neuropati yaitu diabetes dan pola hidup yang tidak teratur.

Gangguan ini juga biasanya terjadi sejak lahir karena faktor keturunan dari orangtua. Jenis dari gangguan ini yaitu yang pertama, gangguan pada saraf atau disebut juga dengan monineuropati. Kedua, gangguan pada dua saraf ataupun lebih dengan area yang berbeda atau disebut dengan multiple. Dan gangguan yang ketiga, gangguan pada banyak saraf atau disebut dengan polineuropati.

 

Gejala neuropati

Gejala neuropati berdasarkan jenis saraf

Sensorik: saraf sensorik berfungsi sebagai indra peraba pada tubuh, dan gangguan penyakit neuropati pada hal ini mengakibatkan saraf sensorik tidak bisa bekerja dengan baik dan timbul beberapa gejala seperti kesemutan, mati rasa, merasakan sensai terbakar, kehilangan kemampuan pada sensor perasa, koordinais tubuh dan refleks tubuh.

Motorik: saraf motorik padatubuh memiliki fungsi untuk mengatur pergerakan otot tubuh, dan gaejala neuropati mempengaruhi sistem kerja saraf motorik pada tubuh, yang ditandai dengan; otot terasa lemas, berkedut, kram pada otot, otot tegang, sulit menggerakkan tangan dna kaki, oto menjadi hilang kendali, dan tidak mampu menggerakkan tubuh.

Autonom: saraf autonom memiliki fungsi untuk mengatur segala fungsi tubuh, seperti tekanan darah, detak jantung, dan sistem. Gejala yang muncul diantaranya, tekanan darah tidak normal, detak jantung tidak normal, pusing bila berdiri bahkan sampai pinsan, jumlah keringat menurun, sering mual dan muntah, gangguan pada sistem pencernaan, kesulitan buang air kecil, disfungsi seksual, dan berat badan menurun.

Neuropati otonom: merupakan kondisi yang muncul karena kerusakan sistem saraf involunter. Sistem saraf ini  memiliki fungsi untuk mengendalikan detak jantung, sistem pencernaan, keirngan dan respon seksual. Gejala neuropati yang mengganggu sistem kerja saraf ini meliputi; diare, tekanan darah tinggi, mual, kembung, detak jantung cepat, sulit menelan, sulit buang air kecil, keringat berlebihan.

Pengobatan Neuropati

Pengobatan gejala neuropati ditentukan berdasarkan dengan kondisi penyakit yang menjadi dasar gejala tersebut muncul. Contohnya seperti, gejala neuropati akibat kekurangan vitamin B12 dapat ditangani dengan mengonsumsi vitamin B12 dan neuropati diabetes dapat ditangani dengan  obat-obatan diabetes.

Berikut ini metode pengobatan untuk gejala neuropati:

Obat-obatan


Metode dengan mengonsumsi obat-obatan ini berguna untuk meredakan gejala dari neuropati. Obat-obatan tersebut antara lain; obat pereda nyeri yangbiasanya dioleskan pada anggota tubuh tertentu, obat antidepresan, opinoid  dan antikonvulsan.


Prosedur khusus dari medis


Selain pemberian obat-obatan, gejala neuropati bisa ditangani dengan melakukn prosedur  seperti fisioterpai, terapi okupasi, terapi trasncutaneous nerve stimulation (TENS) dan pertukaran plasma tubuh.

Apabila gejala yang disebabkan karena penekanan pada saraf, maka penanganan yang dapat dilakukan yaitu melalui prosedur operasi. Selain itu juga, neuropati bisa diatasi dengan metode akupuntur oleh dokter akupuntur.

Cara Mencegah Gejala Neuropati

Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan sehata dan bergizi, berolahraga dengan teratur, menggunakan alat pelindung diri ketika ditempat kerja.

Setelah membaca paparan mengenai gejala neuropati, Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan, bukan? Ya tepat sekali, yaitu dengan menjaga pola hidup sehat. Tidak hanya neuropati, bahkan Anda bisa mencegah segala penyakit. Jadi, mari jaga pola hidup sejak saat ini sebelum terlambat.

Post a comment for "Ketahui Gejala Neuropati dan Cara Mencegahnya"

Berlangganan via Email