Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tips Mencegah dan Mengobati Masuk Angin


Tips mencegah dan mengobati masuk angin harus Anda ketahui terutama di pergantian cuaca yang tidak menentu seperti saat ini. Anda harus waspada ketika badan terasa lelah dan ada pusing-pusing. Masuk angin bisa dikatakan tidak berbahaya karena cepat hilang bila diistirahatkan atau minum air hangat. Tetapi, bisa jadi berbahaya kalau beberapa gejalanya dibiarkan seperti gangguan pencernaan. Buang air besar yang berlebihan bisa mengakibatkan dehidrasi.

Sebenarnya, istilah masuk angin sendiri tidak ada di dunia medis. Apabila ada orang berobat dengan beberapa gejala yang berkaitan dengan masuk angin, dokter akan menyebutnya sindroma dispepsi. Istilah sindrom ini berkaitan dengan gangguan pencernaan yang merupakan salah satu gejala masuk angin. Gejalanya sendiri bisa dideteksi ketika tubuh mulai terasa lelah. Setelah itu selalu diikuti dengan gejala seperti flu, demam, perut kembung, panas dalam, meriang, mencret dan pusing.
masuk angin
Penyebab masuk angin lebih banyak karena lelahnya tubuh. Perubahan cuaca yang tidak menentu seperti kehujanan atau terkena terpaan angin juga sering menimbulkan gejala masuk angin. Sedangkan faktor lainnya seperti, kurang tidur, kelelahan dalam perjalanan hingga terkena udara malam. Jangan salah, konsumsi makanan enak yang berlebihan juga bisa mengakibatkan gangguan pencernaan dan mual-mual. Seperti halnya minuman dingin yang bisa mengakibatkan gejala pilek muncul.

Istirahat Jika Mulai Merasa Masuk Angin

Anda harus segera istirahat ketika badan terasa tidak fit. Selain muncul karena stamina tubuh yang tidak kuat, masuk angin juga sering hinggap di rentan usia manula dan anak kecil. Daya tahan tubuh pada manula dan anak kecil memang rendah sehingga mudah terkena gejala masuk angin. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan ketika badan mulai terasa tidak enak.

Konsumsi makanan kaya gizi dan nutrisi seperti buah dan sayuran. Konsumsi makanan beragam yang mencakup 4 sehat 5 sempurna juga bisa mencegah gejala masuk angin. Banyak istirahat, dan jangan ragu untuk segera menghentikan aktivitas. Perbanyak minum air putih bisa meredakan gejala pilek dan minum obat yang bisa mengatasi gejalanya masuk angin.

Masuk angin sebenarnya kumpulan dari tubuh lelah, telat makan, dan stres pikiran hingga terkumpul gas di lambung dan usus. Hal itulah yang yang menimbulkan rasa mual dan mulas di perut. Istilah masuk angin sebenarnya hanya ada di Indonesia. Para dokter sendiri tidak memiliki istilah yang spesifik dengan gejala-gejala yang ditimbulkannya. Gejala umumnya seperti meriang, kedinginan, cegukan, perut kembung, mengantuk, mudah lelah, demam, mual dan muntah. Selintas seperti tidak ada yang berbahaya dari gejala yang ditimbulkan.

Karenanya, masyarakat sering mengobatinya dengan obat-obat tradisional saja. Biasanya apabila terkena masuk angin akan diobati dengan beberapa cara yang telah diajarkan sebelumnya, seperti:

Kerokan adalah kebiasaan masyarakat untuk mengobati masuk angin. Kerokan biasanya dilakukan dengan uang logam atau alat kerokan yang tumpul. Badan orang yang sakit biasanya diolesi minyak agar licin sewaktu dikerok. Guratan merah yang muncul pada permukaan kulit adalah tanda pembuluh darah kapiler pecah. Hal ini sebenarnya berbahaya karena bisa jadi tempat kuman.
Cara lain adalah dengan minum air jahe dan juga minum jamu khusus untuk masuk angin.

Masuk angin bisa berbahaya apabila dibiarkan begitu saja. Mencret yang muncul akibat gangguan pencernaan bila dibiarkan bisa mengakibatkan dehidrasi parah. Karenanya, Anda berjaga-jaga ketika tubuh mulai terasa lelah.

Post a comment for "Tips Mencegah dan Mengobati Masuk Angin"