Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Daftar Penyakit Kulit Langka yang Jarang Terjadi, Dokterpun Bingung


Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya permasalahan kulit seperti jerawat, panu, ataupun gatal-gatal. Selain itu, ternyata ada juga lho jenis penyakit kulit langka yang hanya menyerang beberapa orang. Bahkan beberapa jenis diantaranya sempat membuat bingung menentukan jenis penyakitnya.


1.     Dermatographia

Penyakit kulit yang pertama adalah dermatographia yang membuat kondisi kulit cenderung sensitif. Tak jarang, penderita dermatographia mengalami permasalahan kulit yang membengkak dan kemerahan.

Permasalahan ini seringkali disebabkan oleh luka kecil yang  memicu timbulnya rasa gatal. Selain itu juga disebabkan oleh gesekan baju, suhu dingin maupun panas, sinar matahari, ataupun perasaan marah.

Meski tidak membahayakan jiwa, tetapi penyakit ini cenderung mengganggu kenyamanan. Gejala akan hilang dengan sendirinya dalam jangka waktu 30 menit hingga beberapa jam.

2.     Argiria

Argiria juga menjadi salah satu jenis penyakit kulit yang langka, di mana kulit penderita seringkali tampak biru atau keabu-abuan. Penyebabnya adalah permukaan kulit terpapar dengan benda perak dalam jangka waktu lama dan berjumlah besar.

Selain itu, penyebab penyakit ini juga diduga berasal dari pemakaian bahan perak untuk tambal gigi. Sehingga kondisi ini hanya biasa diatasi dengan menghindari pemicunya. Selain itu, pengobatan biasa dilakukan dengan menggunakan obat-obatan anti alergi.

3.     Iktiosis Harlequin

Penyakit kulit tidak hanya dialami oleh orang dewasa melainkan juga beberapa bayi baru lahir. Salah satunya adalah iktiosis harlequin, di mana kondisi ini menyebabkan permukaan kulit menjadi tebal dan mengeras.

Menurut para ahli, penyakit ini diduga disebabkan oleh kelainan genetika yang membuat tubuh kesulitan untuk mengontrol pengeluaran cairan. Akibatnya bayi baru lahir mengalami dehidrasi berat yang akan menurunkan kondisi tubuhnya.

Misalnya saja kesulitan nafas, bergerak, melemahnya daya tahan tubuh, serta kesulitan mengatur suhu tubuh. Sehingga penyakit langka ini bisa menyebabkan bayi baru lahir meninggal dalam jangka beberapa minggu.

4.     Xeroderma Pigmentosum

Penyakit ini bisa menyebabkan permukaan kulit seseorang menjadi sangat sensitif begitu tersentuh ataupun terkena gesekan. Bahkan permukaan kulit juga sensitif terhadap paparan sinar ultraviolet atau sinar UV.

Sebenarnya efek yang akan terjadi pada permukaan kulit hampir sama seperti orang pada umumnya. Hanya saja, bagi penderita xeroderma pigmentosum tingkatan efek yang akan muncul akan terlebih parah.

Misalnya saja kulit menjadi terbakar, melepuh, muncul bercak hitam, serta kondisi kulit makin tipis. Kondisi seperti ini bisa saja meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit. Jika dialami oleh anak, kesehatannya akan rentan dan beresiko mengancam nyawa.

5.     Penyakit Morgellons

Penyakit morgollons adalah salah satu penyakit kulit yang langka, di mana akan terasa seperti suatu sensasi merayap pada permukaannya. Para dokter meyakini jika gejala ini erat kaitannya dengan gangguan psikologis yang menyerupai infestasi delusi.

Kondisi ini seringkali dialami oleh kebanyakan wanita berkulit putih dengan usia paruh baya. Beberapa gejala yang biasa dialami seperti munculnya ruam, serat hitam di dalam maupun luar kulit, gatal, rasa lelah berlebih, serta depresi.

6.     Elastoderma

Gejala dari elastoderma adalah terjadinya kelemahan di bagian kulit tertentu yang mengakibatkan kondisi kulit menjadi melorot atau bergelambir. Meski bisa terjadi diseluruh bagian kulit, namun penyakit ini sering kali dijumpai di area lengan dan leher.

Penyebab terjadinya elastoderma juga tidak diketahui, namun dokter memperkirakan jika kondisi ini terjadi akibat kelebihan protein elastin. Bahkan saat ini di dunia kedokteran belum ada standar pengobatan untuk menangani elastoderma.

Namun beberapa penderitanya dianjurkan untuk melakukan operasi pengangkatan di bagian yang sakit. Meski begitu, tindakan ini seringkali meninggalkan bekas kulit yang longgar di bagian yang dioperasi.

7.     Sindrom Steven Johnson & Nekrolisis Epidermal Toksis

Kondisi yang dialami oleh penderita penyakit kulit ini cenderung berat dan bisa menyebabkan pengelupasan. Pengelupasan ini bisa terjadi pada bagian permukaan kulit maupun lapisan organ dalam tubuh.

Gejala awal yang seringkali muncul biasanya adalah flu yang diikuti munculnya bercak merah, melepuh, serta rasa nyeri di permukaan kulit. Jika gejala ini terjadi pada 10% bagian kulit, kondisi tersebut dikenal dengan SJS.

Apabila gejala dialami antara 10% hingga 30% bagian kulit disebut SJS/ TEN. Sedangkan jika gejala sudah terjadi lebih dari 30% bagian kulit, maka kondisi ini disebut TEN.

8.     Psoriasis Inverse

Kondisi penyakit kulit langka selanjutnya adalah Psoriasis inverse atau PI. Kondisi ini biasanya ditandai dengan gejala munculnya lesi merah di bagian lipatan kulit. Jika dilihat pada permukaan kulit lesi ini tidak tampak seperti bisul.

Melainkan akan tampak lebih halus dan mengkilap di permukaan kulit yang terkena. Gejala ini biasanya muncul di beberapa bagian kulit. Perawatan Psoriasis inverse ini juga cenderung sulit karena lokasinya yang berada di lipatan kulit.

Biasanya dokter akan meresepkan pengobatan menggunakan krim steroid maupun salep topikal. Namun pada kasus yang lebih parah biasanya diperlukan terapi khusus. Terapi ini menggunakan cahaya Ultraviolet B atau UVB, serta obat biologis suntik.

9.     Blau Syndrome

Blau syndrome adalah sebuah penyakit kulit di mana gejala yang muncul berupa ruam pada kulit, peradangan sendi, serta pembengkakan di area mata. Gejala lainnya seperti ruam bersisik pada batang tubuh, kaki, serta muncul benjolan keras di bawah kulit.

Penderita yang mengalami Blau Syndrome biasanya mengalami kelebihan cairan pada sendi yang tidak dapat disembuhkan. Gangguan Blau Syndrome biasa terjadi pada anak-anak yang berusia kurang dari 4 tahun.

Kondisi ini disebabkan oleh faktor genetik yang mengakibatkan sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan. Orang yang menderita penyakit ini juga seringkali menunjukkan gejala radang sendi, gangguan penglihatan, hingga gangguan ginjal.

10.Epidermolisis Bulosa (EB)

Penyakit kulit yang langka ini bisa dialami oleh bayi baru lahir di mana kondisi kulit mengalami kerapuhan. Beberapa gejala yang juga sering muncul misalnya tidak memiliki kulit pada telinga, di sekitar mulut, kaki, ataupun bagian lainnya.

Beberapa gerakan kecil ataupun sentuhan bisa mengakibatkan kulit rapuh dan rasa sakit. Kondisi tersebut seringkali menyebabkan munculnya infeksi pada permukaan kulit. Penyebab dari epidermolysis bullosa ini adalah gen pewaris dari orang tua.

Itulah tadi beberapa kondisi penyakit kulit langka yang jarang diketahui oleh masyarakat. Apabila Anda menemukan keluarga atau orang yang dikenal mengalami gejala tersebut, sebaiknya ajak mereka untuk memeriksakan diri di pelayanan kesehatan.


Post a comment for "Daftar Penyakit Kulit Langka yang Jarang Terjadi, Dokterpun Bingung"