Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

8 Persiapan Fisik Sebelum Melahirkan yang Perlu Dilakukan Wanita Hamil


Momen mengandung merupakan momen yang membahagiakan bagi setiap calon orang tua di seluruh dunia. Akan tetapi, seorang calon ibu juga rentan mengalami gelisah tatkala proses berjalin sudah di depan mata. Hampir setiap calon ibu menginginkan proses melahirkan secara normal. Jika Anda termasuk seorang ibu yang menginginkan hal tersebut, lakukan persiapan fisik sebelum melahirkan berikut ini.
Persiapan Fisik Sebelum Melahirkan

1.     Lakukan Olahraga Aerobik

Olahraga aerobik sering disamakan dengan senam aerobik. Di Indonesia sendiri senam aerobik justru identik dengan gerakan senam yang sangat bersemangat dan berirama. Padahal, inti dari olahraga aerobik adalah gerakan yang dapat meningkatkan denyut jantung. Olahraga yang satu ini juga dapat membantu menambah massa otot dan tulang.

Ibu hamil perlu melakukan jenis olahraga ini untuk menguatkan otot-otot dalam tubuh agar kuat saat melahirkan. Olahraga ini juga mudah dilakukan ibu hamil dan tak memerlukan biaya besar. Jalan kaki, naik turun tangga, atau berdansa termasuk ke dalam jenis olahraga ini. Lakukan olahraga ini secara rutin selama kurang lebih setengah jam agar proses persalinan lancar.

2.     Lakukan Yoga Kehamilan

Agar persiapan fisik menjelang melahirkan semakin bersemangat, calon ibu dapat mengikuti kelas yoga kehamilan. Di kelas yoga kehamilan, calon ibu akan banyak melakukan latihan pernapasan agar kuat selama melahirkan. Jika memilih persalinan secara normal, calon ibu harus bisa mengatur napas dan mengejan dengan baik.

Selain itu, ada beberapa pelajaran lain yang diajarkan dalam kelas yoga kehamilan. Pelajaran tersebut antara lain cara mengurangi ketegangan di punggung bagian bawah dan merelaksasi dada, bahu, serta pinggul agar persalinan lancar. Selalu konsultasikan ke dokter perihal kehamilan dan olahraga-olahraga yang boleh dilakukan selama hamil.

3.     Pijat Perineum

Perineum adalah bagian yang letaknya berada di antara vagina dan anus. Dengan melakukan pijat perineum, kulit di bagian tersebut akan semakin elastis sehingga memudahkan ketika akan meregang. Pijat ini juga dapat mengurangi risiko robekan pada bagian kulit serta mengurangi risiko episiotomi. Lakukan pijat ini di sekitar minggu ke-30-an.

Pijatan ini dapat dilakukan secara mandiri di rumah dengan hanya memanfaatkan minyak almond atau minyak bervitamin E. Olesi jari dengan minyak tersebut. Tempatkan jari tadi ke dalam vagina sejauh 5 cm dan lakukan pijata pada bagian perineum. Sebelum melakukan pijatan ini, sebaiknya bicarakan terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

4.     Latihan Kegel

Latihan kegel termasuk ke dalam persiapan fisik sebelum melahirkan. Latihan ini berguna untuk melatih otot-otot yang berada di daerah kewanitaan sehingga calon ibu siap menjalani persiapan persalinan secara normal. Selain itu, latihan kegel juga dapat mencegah penyakit wasir, pembekuan darah, dan mencegah terjadinya robek-kan saat melahirkan.

Dengan melakukan latihan ini calon ibu dapat mengontrol otot-otot daerah kewanitaan dengan mudah. Latihan ini juga dapat dilakukan secara mandiri di rumah dan kapan saja. Caranya sangat mudah. Ketika duduk, tarik otot di sekitar organ kewanitaan dan tahan selama beberapa saat. Lakukan latihan ini beberapa kali dalam sehari agar calon ibu semakin siap menghadapi proses persalinan.

5.     Olahraga Pernapasan

Salah satu kunci keberhasilan melahirkan secara normal adalah pernapasan yang baik. Jika calon ibu memiliki pernapasan yang baik maka stamina dan mental yang terbentuk cukup kuat untuk menghadapi persalinan secara normal. Dapat dikatakan melahirkan secara normal memang menguras energi sehingga pernapasan harus kuat.

Senam untuk melatih pernapasan tergolong cukup mudah. Mulailah dari mengatur pernapasan saat berbaring atau berdiri dengan variasi gerakan tangan atau kaki sesuai kebutuhan. Latihan ini harus segera dan rutin dilakukan jika proses persalinan sudah semakin mendekat. Jangan lupa untuk konsultasikan ke dokter terkait olahraga yang sebaiknya dilakukan selama hamil.

6.     Olahraga Memperkuat Pinggul dan Paha

Persiapan berikutnya jika calon ibu ingin bersalin secara normal adalah melatih otot pinggul dan paha. Kedua otot tersebut merupakan otot yang digunakan dalam proses bersalin normal sehingga harus sering dilatih. 

Melatih kekuatan otot pinggul dan paha dapat dengan mudah dilakukan di rumah. Caranya hanya dengan berjongkok dan menggerakkan lutut dan paha secara pelan-pelan.
Anda dapat melakukan gerakan ini secara bergantian setidaknya sepuluh menit dalam sehari. 

Lakukan gerakan ini di pagi hari sehingga Anda masih terasa segar. Latihan ini tidak hanya berguna untuk menguatkan otot pinggul dan paha saja, melainkan dapat membantu menempatkan posisi bayi di jalur melahirkan yang tepat.

7.     Senam Punggung dan Kaki

Salah satu persiapan yang penting dilakukan menuju proses persalinan adalah memperkuat otot punggung. Hal ini karena selama kehamilan otot punggung mengalami nyeri akibat menanggung beban dari janin di dalam perut. Untuk memperkuat otot punggung, calon ibu hanya perlu berada dalam posisi merangkak dengan badan bertumpu pada siku dan lutut.

Tarik otot bokong dan tahan selama beberapa saat. Lakukan setidaknya 10 kali dalam sehari agar otot punggung menguat. Sedangkan, untuk melatih otot kaki dan paha Anda hanya perlu duduk dengan posisi kaki bersila. Tarik lutut naik dan turun agar otot kaki semakin terlatih dan kuat. Sama seperti latihan untuk menguatkan otot punggung, Anda juga bisa melakukannya secara rutin setiap hari.

8.     Bellydance Ibu Hamil

Masih jarang orang yang memanfaatkan bellydance untuk kehamilan. Padahal, bellydance mendatangkan banyak manfaat bagi kesehatan ibu saat hamil. Bellydance bermanfaat dalam menstabilkan kalori dalam tubuh ibu hamil sebagai akibat dari kenaikan berat badan selama kehamilan. Dengan latihan ini kalori yang tidak diperlukan tubuh akan terbakar.

Manfaat lain dari bellydance adalah melatih otot perut dan pinggul, menghilangkan rasa nyeri di bagian punggung, merelaksasi tubuh dan mental calon ibu, dan mempermudah keluarnya bayi saat bersalin. Tetapi, tarian ini tidak disarankan untuk ibu hamil dengan usia kandungan kurang dari 5 bulan atau saat janin sudah kuat.

Itulah jenis-jenis persiapan fisik sebelum melahirkan yang harus dilakukan calon ibu. Selain melakukan persiapan-persiapan di atas, jangan lupa untuk selalu rajin memeriksakan kandungan ke dokter untuk melihat perkembangannya.



Post a comment for "8 Persiapan Fisik Sebelum Melahirkan yang Perlu Dilakukan Wanita Hamil"